Technical SEO sering disajikan sebagai daftar 200 item yang membuat siapa pun menyerah di nomor tujuh. Padahal sebagian besar dampaknya datang dari segelintir hal. Ini urutan yang kami periksa lebih dulu di setiap audit — dan sebagian bisa Anda cek sendiri sore ini.
1. Apakah halaman Anda benar-benar terindeks?
Ketik site:domainanda.com di Google. Kalau halaman penting tidak muncul, tidak ada gunanya membahas ranking. Penyebab tersering: tag noindex yang tertinggal sejak masa pengembangan, robots.txt yang memblokir terlalu luas, atau halaman yang tidak tertaut dari mana pun sehingga tidak pernah ditemukan crawler.
2. Satu halaman, satu alamat
Konten yang sama bisa diakses lewat www dan non-www, http dan https, dengan dan tanpa garis miring — bagi Google itu bisa terbaca sebagai halaman berbeda yang saling melemahkan. Pastikan ada satu versi kanonik dan sisanya melakukan redirect permanen ke sana.
3. Core Web Vitals: cepat itu fitur, bukan bonus
Tiga angka yang dipakai Google: LCP (kapan konten utama tampil), CLS (apakah layout melompat saat dimuat), dan INP (seberapa responsif saat disentuh). Penyebab paling umum di Indonesia: gambar raksasa yang tidak dioptimasi dan tumpukan skrip pihak ketiga. Uji di koneksi seluler, bukan wifi kantor.
4. Struktur dan tautan internal
Setiap halaman penting idealnya dapat dicapai dalam tiga klik dari beranda. Halaman yang tidak pernah ditautkan dari mana pun adalah halaman yatim: jarang terindeks, hampir tidak pernah ranking. Tautkan halaman layanan dari artikel yang relevan, dan sebaliknya.
5. Judul dan deskripsi yang berbeda tiap halaman
Title tag duplikat lintas halaman adalah tanda paling umum website yang tidak pernah disentuh SEO. Setiap halaman butuh judul yang menjelaskan isinya dengan bahasa yang dicari orang — dan deskripsi yang membuat orang memilih hasil Anda di antara sembilan lainnya.
6. Schema untuk yang relevan saja
Organization dan LocalBusiness untuk identitas, Article untuk konten, FAQPage untuk pertanyaan yang benar-benar ada di halaman. Jangan menaruh schema untuk sesuatu yang tidak tampil bagi pengunjung — Google memperlakukan itu sebagai spam terstruktur.
7. Sitemap dan Search Console
Sitemap.xml yang hanya memuat halaman kanonik, disubmit di Google Search Console, lalu dipantau. Search Console gratis dan memberi tahu persis halaman mana yang bermasalah — mengabaikannya seperti punya alat ukur tapi tidak pernah dibaca.
Yang tidak perlu Anda khawatirkan
Panduan Google terbaru menegaskan tidak ada berkas atau markup khusus yang diperlukan agar konten terlihat di ringkasan AI — fondasinya tetap sama: konten unik dan berguna, bisa di-crawl, dan jelas secara teknis. Abaikan penjual jasa yang menakut-nakuti Anda dengan format rahasia.